Makalah B. Indonesia Dampak Asap Pabrik Bagi Masyarakat Sekitar

BAB II

PEMBAHASAN

Asap adalah suspensi partikel kecil di udara (aerosol) yang berasal dari pembakaran tak sempurna dari suatu bahan bakar. Asap umumnya merupakan produk samping yang tak diinginkan dari api (termasuk kompor dan lampu) serta pendiangan, tapi dapat juga digunakan untuk pembasmian hama (fumigasi), komunikasi (sinyal asap), pertahanan (layar asap, smoke-screen) atau penghirupan tembakau atau obat bius. Asap kadang digunakan sebagai agen pemberi rasa (flavoring agent) dan pengawet untuk berbagai bahan makanan.

Keracunan asap adalah penyebab utama kematian korban kebakaran di dalam ruangan. Asap ini membunuh dengan kombinasi kerusakan termal, keracunan, dan iritasi paru-paru yang disebabkan oleh karbon monoksida, hidrogen sianida, dan produk pembakaran lainnya.

Partikel asap terutama terdiri dari aerosol (atau kabut) partikel padat atau butiran cairan yang mendekati ukuran ideal untuk penyebaran Miecahaya tampak.

Asap adalah salah satu polusi udara yang dapat berupa karbondioksida dan karbonmonoksida. Polusi udara (pencemaran udara ) adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Polusi ini dikeluarkan juga oleh salah satu pabrik dengan jumlah yang banyak juga membahayakan masyarakat sekitar.

Dampak asap pabrik bagi masyarakat sekitar

Bagi masyarakat yang rumahnya dekat di lokasi pabrik sangat merugikan, sebab asap yang dikeluarkan dari cerobongnya bisa mengotori lingkungan sekitar, udara menjadi kotor dan paru-paru menjadi tidak sehat karena menghisap udara tersebut.

Masyarakat telah berupaya keras salah satunya dengan mendatangi pabrik untuk menyaring dan mengurangi asap yang dikeluarkan. Apalagi asap tersebut berwarna hitam pekat hasil dari limbah produksi.

Hampir setiap hari diwaktu yang sama asap dikeluarkan, pada awalnya berjumlah sedikit tapi lama kelamaan volumenya semakin banyak.

Zat yang terkandung pada asap

Kandungan yang terdapat dalam asap diantaranya sejumlah senyawa yang sangat berbahaya, seperti . Timbal (Pb), CO (karbon monoksida), Karbon monoksida ialah gas yang tidak berbau dan tidak berwarna serta lebih mudah bercantum dengan hemoglobin darah berbanding oksigen. Keadaan ini tentu akan menjejaskan keupayaan darah untuk membekalkan oksigen kepada tisu-tisu tubuh. Bagi menampung kekurangan ini, jantung dan paru-paru terpaksa bekerja dengan lebih kuat lagi. Karbon monoksida juga merosakkan dinding arteri dan dengan itu, mendorong berlakunya penyakit jantung dan masih banyak lagi zat lain yang berbahaya.

Cara menghindari resiko dari asap

 

Masyarakat mungkin bisa memulai dari diri sendiri seperti memakai masker, menanam pohon supaya asap dapat diserap pohon dan dinganti dengan oksigen, tidak terlalu sering berada di luar rumah yang sudah tercemari oleh asap pabrik Tempatkan alat pengeluaran udara dekat dengan sumber pencemaran.

·         Usahakan menggantikan udara yang keluar dari ruangan sehingga udara yang masuk ke-ruangan sesuai dengan kebutuhan.

Filtrasi. Memasang filter dipergunakan dalam ruangan dimaksudkan untuk menangkap polutan dari sumbernya dan polutan dari udara luar ruangan.

Pembersihan udara secara elektronik. Udara yang mengan-dung polutan dilewatkan melalui alat ini sehingga udara dalam ruangan sudah berkurang polutan-nya atau disebut bebas polutan.

Penyakit yang ditimbulkan oleh asap pabrik

Beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh asap pabrik adalah :

  • Asma merupakan penyakit inflamasi kronik saluran udara di mana sel mast, eosinofil dan sel T memainkan peranan yang penting. Pada individu yang rentan, inflamasi tersebut menyebabkan episod bunyi bernafas seperti gesekan biola (wheezing). Simptom ini biasanya dikaitkan dengan perubahan kadar pengaliran udara melalui salur pernafasan yang berbalik secara spontan atau setelah diberi rawatan. Inflamasi tersebut juga mengakibatkan salur pernafasan lebih reaktif terhadap pelbagai jenis rangsangan (Global Iniative for Asthma,1995).

  • Iritasi ringan terhadap mata, terjadi karena banyak hal: iritasi , alergi atau dapat juga merupakan gejala dari penyakit lain yang lebih serius.. Yang paling umum terjadi adalah iritasi mata yang disebabkan karena terlalu lama bekerja didepan komputer, terpapar oleh debu atau kotoran dalam jangka waktu yang lama.

Gangguan Pernafasan

  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

  • Pernapasan akut penyakit termasuk pneumonia

  • Prematur timbulnya dan penurunan dipercepat pada fungsi paru-paru

  • Semua gejala utama pernapasan pada orang dewasa, termasuk batuk, berdahak, bersin & dyspnoea

  • Buruk mengendalikan asma

Dampak terhadap tanaman

 

Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis.

 

Tugas tanaman adalah memberikan oksigen hasil dari fotosintesis untuk mengurangi kadar karbondioksida dan kadar karbonmonoksida. Tetapi, jika pempecaran tersebut semakin banyak dan jumlah tanaman seperti pohon besar berkurang, maka tak terlalu banyak berpengaruh

KATA PENGANTAR

 

 

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “DAMPAK ASAP PABRIK”

 

Makalah ini merupakan tugas Ujian Praktik B. Indonesia. Makalah ini berisikan tentang DAMPAK ASAP PABRIK, serta sumber-sumber pencemaran udara diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang dampak pencemaran udara.

 

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis,

 

Bandung, 28 Februari 2013

 

 

 

DAMPAK ASAP HITAM PABRIK CELUP PAKAIAN DI DAERAH CIBEUREUM BAGI KESEHATAN MASYARAKAT

 

Diajukan untuk memenuhi salah satu ujian praktik Bahasa Indonesia

 

 

Disusun Oleh :

Karina Amanda Larasati

Nadita Dewi Profita

Nia Noni Handayani

Muhammad Rahman Syahmara

Muhammad Fikran N

Rangga Ardiansyah Putra

Kharisma Elga Dimyati

 

 

 

 

 

 

 

SMP Negeri 47 Bandung

Jl. Budi Cilember No. 19B

 

 

DAFTAR ISI

 

Kata Pengantar………………………………………………………………….…i

Lembar Pengesahan…………………………………………………………….…ii

Bab I……………………………………………………………………………….1

    1. Latar Belakang……………………………………………………………….1

    2. Permasalahan………………………………………………………………..1

    3. Tujuan……………………………………………………………………….1

    4. Metode Penelitian……………………………………………………………2

    5. Kegunaan / Manfaat………………………………………………………….2

    6. Sistematika Penelitian……………………………………………………….2

Bab II Pembahasan…………………………………………………….…………. 3

Bab III Penutup…………………………………………………………………………………………..5

3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………..5

3.2 Saran……………………………………………………………………………5

Daftar Pustaka…………………………………………………………………..…6

BAB III.

PENUTUP

  1. Kesimpulan

 

Bahwa pencemaran udara selain disebabkan oleh faktor alam, pencemaran udara lebih banyak disebabkan oleh manusia, misalnya dari kendaraan bermotor, kegiatan industri dan sebagainya.

Selain dapat membahayakan lingkungan, pencemaran udara juga dapat membahayakan kesehatan manusia.

  1. Saran

Untuk mencegah terjadinya pencemaran udara yang lebih lanjut hendaknya kita semua ikut menjaga kebersihan udara dan meminimalkan pencemaran udara, misalnya tidak membuang gas yang berbahaya secara sembarangan terutama bagi kegiatan industri, dan lain sebagainya agar kebersihan udara tetap terjaga.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://www.Blogster.com

mengerjakantugas.blogspot.com

www.wikipedia.com

http://skaterfm.blogspot.com/2012/04/bahan-makalah-pencemaran-lingkungan-dan.html

http://hend-learning.blogspot.com/2009/04/pencemaran-lingkungan.html

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Ejaan Yang Disempurnakan Bahasa Indonesia

LEMBAR PENGESAHAN

Disahkan pada tanggal :

Pembimbing Wali Kelas

Hj.Tini Yuliastini,S.Pd Dra. Hj. Irnani Djuariah

NIP. 195807271982032008 NIP. 196207121998022001

Mengetahui,

Kepala SMPN 47 Bandung

Agus Deni Syaeful, M.MPd

NIP. 196408151989031014

ii

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

    1. Latar Belakang

 

Polusi udara adalah tercemarnya udara oleh zat kimia yang berupa asap, debu, dan bau yang tidak sedap. Polusi udara yang disebabkan oleh Pabrik celup pakaian di daerah Cibeureum meresahkan masyarakat sekitar.

 

Sebelum pabrik itu dibuat masyarakat sekitar sudah merasa resah oleh dampak yang akan timbul. Banyak perusahaan yang tak bertanggung jawab membuang limbah cair, padat, maupun gas sembarangan. Seperti limbah gas yang dibuang tanpa filter dengan warna hitam pekat dilepas ke udara.

 

Sampai saat ini masyarakat setempat belum mendapatkan solusi yang tepat untuk mengatasi pencemaran udara tersebut. Dan pihak pabrik pun tidak memberikan respon apapun terhadap permasalahan tersebut. Polusi tersebut tidak hanya merugikan masyarakat seperti berjangkitnya berbagai penyakit seperti sesak nafas dan bintik-bintik pada kulit karena bahan kimia asap tersebut, juga mengganggu ekosistem sekitar. Sehingga menipisnya lapisan Ozon yang menyebabkan bumi menjadi panas dan mempercepat cairnya es di kutub, tumbuhan hijau semakin berkurang.

 

Hal-hal tersebut yang melatarbelakangi penulis mengambil judul “Dampak Asap Hitam Pabrik Celup Pakaian di Daerah Cibeureum bagi Kesehatan Masyarakat Sekitar “ dalam penulisan karya tulis.

 

 

 

 

 

 

 

 

    1. Permasalahan

 

Permasalahan yang ingin penulis ketengahkan dalam pembuatan Karya Tulis ini adalah :

 

      1. Apakah dampak dari adanya asap pabrik tersebut bagi masyarakat ?

      2. Zat kimia apa saja yang terkandung dalam asap tersebut ?

      3. Bagaimana cara masyarakat menghindari resiko asap tersebut ?

 

 

 

    1. Tujuan

 

Agar limbah pabrik dapat diuraikan oleh pihak pabrik tersebut, tidak mencemari dan merugikan masyarakat. Lalu penulis ingin menegtahui seberapa banyak limbah padat, cair maupun gas yang terkandung didalam limbah tersebut. Dan meneliti zat apa saja yang terkandung didalamnya serta dampak apa saja yang ditimbulkan.

 

1.4 Metode Penelitian

 

Metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki.

 

Metode yang penulis gunakan dalam pembuatan karya tulis ini adalah :

 

 

 

 

1.4.1 Diskusi

 

Adalah sebuah interaksikomunikasi antara dua orang

atau lebih/kelompok. Biasanya komunikasi antara mereka/kelompok tersebut berupa salah satu ilmu atau pengetahuan dasar yang akhirnya akan memberikan rasa pemahaman yang baik dan benar.

 

1.5 Kegunaan / Manfaat

 

1.5.1 Kegunaan bagi penulis

 

Untuk mengetahui jeni-jenis limbah padat, cair, dan gas serta dampaknya bagi masyarakat sekitar dan bagi pembaca.

 

1.5.2 Kegunaan bagi pembaca

 

Agar pembaca mengetahui bahaya limbah pabrik bagi kesehatan dan lingkungan dan cara penanganannya.

 

 

1.6 Sistematika Penelitian

 

Adalah pengetahuan mengenai klasifikasi. Langkah-langkah yang di tempuh oleh penulis dalam pembuatan karya tulis ini adalah

 

      1. Menentukan Tema

      2. Diskusi

      3. Mencari sumber

      4. Wawancara

      5. Menentukan Judul

      6. Menyusun Karya Tulis

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s